Jangan remehkan pemilihan kasur! Kasur yang tepat bisa membuat tidur Anda lebih berkualitas, stres berkurang, dan tubuh jadi lebih bugar. Di Domi, Anda akan menemukan macam-macam kasur dengan material dan fitur yang tidak akan Anda temukan di tempat lain. 

Mari, ketahui semua jenis kasur yang ada di Domi.

Mengapa Harus Pilih Kasur Domi?

Domi merupakan salah satu merek kasur paling bagus di Indonesia. Ini alasannya:

1. Kasur Vacuum yang Praktis dan Higienis

Seluruh kasur Domi dikemas dalam box vacuum. Artinya, kasur akan Anda terima dalam kemasan box yang simpel, praktis, dan tidak berat, sehingga mudah Anda tempatkan di rumah tanpa membutuhkan tenaga banyak orang.

Selain itu, packaging box pada kasur juga membuat kasur lebih bersih, terhindar dari debu selama proses penyimpanan dan pengiriman.

2. Tanpa Biaya Pengiriman

Ingin membeli kasur tapi khawatir ongkirnya melambung? Hal itu tak akan Anda temui jika Anda membeli kasur di Domi. Pasalnya, Domi menyediakan layanan gratis ongkir ke berbagai wilayah di Indonesia. Jadi, Anda tak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk menikmati kasur berkualitas.

3. Masa Garansi Panjang

Layanan after-sales yang mumpuni merupakan ciri produk dan perusahaan yang berkualitas. Oleh karena itu, Domi menyediakan rentang garansi yang panjang, yakni 10 tahun untuk busa kasur, dan 15 tahun untuk pegas. Yang perlu Anda lakukan untuk klaim garansi adalah menghubungi tim Domi kapan saja.

4. Banyak Opsi Ukuran Kasur

Di Domi, Anda bisa menemukan kasur dengan ukuran beragam, mulai dari kasur single berukuran 90×200, 120×200 (Super Single), hingga kasur ukuran 200×200 (Super King). Maka dari itu, kasur Domi bisa Anda gunakan untuk setiap kebutuhan, mulai dari kamar utama, kamar anak, hingga kamar asisten rumah tangga.

Bahkan, jika mau, Anda juga bisa menggunakan layanan custom ukuran yang berlaku untuk semua tipe kasur Domi. Praktis, bukan?

5. Menunjang Kesehatan Tulang Punggung dan Nyaman Digunakan

Produk kasur vakum terbaik dari Domi dirancang sesuai dengan kebutuhan penggunanya yang bermacam-macam. Maka dari itu, Domi menyediakan kasur dengan berbagai tingkat keempukan untuk menopang tulang punggung Anda dengan lebih baik.

Selain itu, kasur Domi juga menggunakan material terbaik yang dingin, lembut, serta anti-tungau dan hypoallergenic.

Tipe Kasur Domi dan Keunggulannya

Saat ini, Domi sudah memiliki tujuh jenis kasur dengan material dan keunggulan yang berbeda-beda. Mari, pelajari setiap tipe kasur Domi, spesifikasi, dan keunggulannya.

1. AIR Mattress

AIR Mattress adalah kasur busa dengan lima lapisan busa premium yang empuk, namun tetap bisa menyokong tubuh dengan baik.

Kasur satu ini memiliki dua tipe, yakni tipe full busa dengan keempukan Medium Firm dan tipe Pocket Spring + busa dengan keempukan Medium Soft. Selain itu, kasur ini juga memiliki teknologi Ventilated Blue Air Foam yang memberi sensasi segar saat digunakan.

2. All New Dual Comfort Mattress

All New Dual Comfort Mattress merupakan inovasi baru dari Domi yang memberikan dua tingkat keempukan sekaligus pada satu kasur. Permukaan atasnya memiliki tingkat keempukan Soft, sementara bagian bawahnya Firm. Dengan demikian, tulang belakang Anda akan mendapat sokongan yang optimal.

3. Bliss Mattress

Domi Bliss Mattress merupakan opsi kasur best-seller di Domi. Dengan teknologi Open-Cell Memory Foam dengan level keempukan Medium, Bliss Mattress dapat menyesuaikan bentuk badan demi kenyamanan maksimal. Selain itu, lapisan latex-nya juga memiliki sifat hypoallergenic yang sejuk di kulit.

4. Cloud Mattress

Sesuai namanya, kasur Cloud Mattress adalah kasur yang memberikan perasaan berbaring bagaikan di atas awan. Inovasi 5-Zones Memory Foam-nya dapat memberi tekanan yang pas pada tubuh serta menopang kesehatan tulang belakang penggunanya.

5. Mate Mattress

Untuk Anda yang selalu aktif serta ingin menikmati kasur berkualitas dengan harga ekonomis, Mate Mattress adalah pilihan tepat.

Dengan dua tingkat keempukan, yakni Firm dan Medium Firm, kasur ini dapat menopang tulang belakang dengan ideal, sehingga Anda tidak merasa pegal meski tidur menyamping dalam waktu lama sekalipun. Selain itu, penggunaan kain Melee Grey antitungau juga memberikan kesan estetik pada kamar Anda.

6. Plush Hybrid Mattress

Kasur hybrid Plush Hybrid Mattress dari Domi adalah pilihan yang tepat untuk Anda yang ingin mendapatkan kenyamanan tidur yang maksimal. Apa itu kasur hybrid?

Kasur hybrid adalah kasur yang mengombinasikan lebih dari satu material untuk memberi kenyamanan maksimal. Pada Plush Hybrid Mattress terdapat kombinasi busa yang empuk dan memberi support yang nyaman pada tubuh, green tea latex yang menyejukkan, serta pocket spring yang meminimalisir bunyi dan gerakan.

Kasur ini juga memiliki level keempukan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda, mulai dari medium hingga firm. Teknologi Foam Encasement-nya memberi topangan ekstra, membuat kasur ini terasa premium bagaikan kasur hotel, tentu dengan harga terjangkau.

7. Studio Mattress

Mencari kasur yang estetik namun tidak neko-neko? Studio Mattress cocok untuk Anda.

Perpaduan busa dan pocket spring yang mumpuni membuat kasur ini cocok untuk seluruh anggota keluarga. Teknologi Motion Isolation juga dapat meredam suara dan gerakan orang di sebelah Anda, sehingga Anda dapat tidur lebih lelap.

Itu dia macam-macam kasur Domi yang layak Anda bawa pulang. Dari ketujuh pilihan tersebut, kasur mana yang paling menarik perhatian Anda?

“Rutinitas sebelum tidur bisa membantu Anda memperbaiki pola tidur. Pemilihan kasur yang tepat juga bisa berpengaruh pada pola dan kualitas tidur Anda.”

Untuk menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan makan makanan yang bergizi seimbang saja, Anda juga harus menjaga pola tidur. Pola tidur yang berantakan bisa menurunkan sistem imun dan membuat Anda mudah sakit.[1] Oleh karenanya, Anda harus tahu cara memperbaiki pola tidur agar mendapatkan tidur berkualitas.

Dampak Kesehatan dari Pola Tidur yang Salah dan Berkepanjangan 

Pola tidur merupakan kebiasaan waktu tidur, mulai dari jam mulai tidur sampai bangun. Di dalamnya juga mencakup frekuensi tidur dan kenyamanan atau kualitas tidur.[2]

Pola tidur juga mempengaruhi irama sirkadian atau jam biologis tubuh. Ketika pola tidur Anda berantakan maka jam biologis Anda pun akan berubah.

Jam biologis sendiri merupakan cara alami tubuh untuk merespon segala pola aktivitas dan istirahat makhluk hidup termasuk manusia. Setiap orang mempunyai jam biologis yang berbeda-beda tergantung dari aktivitas dan kebiasaannya.[3]

Pola tidur yang berantakan bisa mempengaruhi kesehatan Anda. Sistem imun tubuh Anda bisa menurun dan akibatnya Anda akan lebih mudah sakit. Selain itu, daya ingat juga bisa menurun. Oleh karenanya, Anda harus mempunyai pola tidur yang baik dan teratur.

Idealnya orang dewasa membutuhkan waktu 7-9 jam untuk tidur atau istirahat. Waktu tidur ini bisa Anda bagi menjadi 7-8 jam tidur malam dan 30 menit tidur siang.[4] Jika pola tidur ini berubah, Anda harus memperbaikinya.

Cara Memperbaiki Pola Tidur untuk Kesehatan Tubuh

Adapun cara memperbaiki pola tidur untuk kesehatan tubuh yaitu: 

1. Hindari Main Ponsel Sebelum Tidur

Salah satu cara memperbaiki jam tidur adalah dengan menghindari main ponsel sebelum tidur.

Memainkan ponsel sebelum tidur bisa mengganggu kualitas tidur Anda. Jam tidur Anda bisa berubah karena terlalu asyik main ponsel sampai lupa waktu. Selain itu, cahaya dari ponsel juga bisa menghambat produksi hormon melatonin yang memicu Anda untuk sulit tidur.

Oleh karenanya, sebaiknya letakkan ponsel jauh dari jangkauan Anda selama tidur. Anda bisa menggunakan mode silent ketika akan tidur agar tidak terganggu.

2. Rutin Berolahraga

Olahraga juga bisa membantu Anda untuk memperbaiki pola tidur. Dengan olahraga yang rutin produksi hormon melatonin akan kembali lancar. Hal ini akan membuat Anda menjadi lebih mudah untuk tidur.

Namun, hindari untuk melakukan olahraga mendekati jam tidur. Anda bisa olahraga di pagi atau sore hari selama 30 menit minimal 5 kali dalam seminggu.

3. Meditasi Sebelum Tidur

Cara mengembalikan jam tidur yang selanjutnya adalah dengan melakukan meditasi sebelum tidur. Meditasi merupakan salah satu cara untuk membuat badan menjadi rileks. Ketika tubuh rileks maka hormon melatonin dalam tubuh bisa diproduksi dengan maksimal.

Meditasi ini bisa Anda lakukan dengan cara duduk ataupun sambil tiduran. Atur posisi senyaman mungkin lalu pejamkan mata Anda. Tarik napas dengan perlahan lalu tahan dan buang juga dengan perlahan. Fokuskan pikiran Anda pada pengambilan napas yang Anda lakukan.

Cukup 5-10 menit meditasi, kantuk akan segera menyerang. Anda pun bisa tidur dengan nyenyak.

4. Atur Kamar Tidur Senyaman Mungkin

Mengatur kamar tidur senyaman mungkin adalah salah satu cara untuk memperbaiki pola tidur Anda. Anda bisa mengatur cahaya sebelum tidur, seperti mematikan lampunya. Jika Anda tidak bisa tidur dalam keadaan gelap, gantilah lampu kamar menjadi lampu redup sebelum tidur.

Anda juga bisa memasang humidifier sebelum tidur. Gunakan aromaterapi yang bisa menenangkan. Pastikan juga suhu ruangan dingin dan tidak terlalu panas agar Anda bisa tidur lebih nyaman.

5. Atur Jam Tidur Siang

Salah satu penyebab jam tidur berantakan adalah tidur siang yang terlalu lama. Waktu ideal tidur siang hanyalah 30 menit saja. Jika Anda tidur siang lebih dari waktu ini maka bisa menyebabkan resiko sulit tidur di malam  hari.

Selain itu, hindari tidur siang menjelang sore. Karena waktu tidur siang yang mendekati malam justru akan membuat pola tidur menjadi berantakan. Anda bisa tidur antara pukul 1 sampai 2 siang selama 20-30 menit saja.

6. Buat Rutinitas sebelum Tidur

Agar Anda bisa memperbaiki pola tidur, Anda bisa membuat rutinitas sebelum tidur. Rutinitas sebelum tidur ini bisa, seperti gosok gigi, cuci kaki, dan melakukan meditasi.

Biasakan untuk menerapkan rutinitas ini sebelum tidur. Jika rutinitas ini sudah Anda jalankan maka tubuh dengan sendirinya akan meresponnya. Tubuh akan lebih cepat tidur setelah Anda melakukan rutinitas tidur.

7. Perhatikan Asupan Makanan dan Minuman sebelum Tidur

Makanan dan minuman sebelum tidur juga berpengaruh terhadap pola tidur. Hindari makan dan minum yang banyak mengandung kafein karena ini membuat Anda sulit untuk tidur.

8. Gunakan Kasur yang Nyaman

Cara mengatur pola tidur yang terakhir adalah dengan memilih untuk menggunakan kasur yang nyaman. Kasur yang nyaman sangat berpengaruh pada kualitas tidur. Kualitas tidur akan membaik jika Anda tidur di tempat tidur yang nyaman.

Jika Anda menginginkan tidur yang benar-benar nyaman dan berkualitas, tidak ada pilihan yang lebih baik daripada cloud mattress dari Domibed. Kasur ini telah ditingkatkan dengan teknologi 5 zones memory foam yang menjadikannya jauh lebih empuk daripada merek kasur lainnya. 

Kelebihan luar biasa dari memory foam ini adalah kemampuannya untuk beradaptasi dengan panas tubuh dan tekanan tubuh saat Anda tidur, yang pada gilirannya membuat pola tidur Anda menjadi lebih baik.

Bagaimana posisi tidur setelah melahirkan normal dengan jahitan? Apa ada posisi khusus yang bisa membantu mempercepat penyembuhan dan meredakan nyeri?

Tahukah Anda, 70% wanita melahirkan normal akan mengalami luka robekan atau perineal trauma sehingga membutuhkan jahitan.[1] Jahitan pasca melahirkan ini menimbulkan nyeri, bahkan salah posisi saja bisa membuat Anda merasakan kesakitan.

Untuk menghindari timbulnya rasa nyeri ini, salah satu caranya adalah dengan mengambil posisi tidur yang nyaman. Tidak hanya nyaman saja, tapi posisi tidur pasca melahirkan normal dengan jahitan harus memudahkan Anda ketika akan bangun untuk berdiri atau duduk.

Oleh karenanya, di sini akan dibahas tentang posisi tidur yang nyaman setelah melahirkan normal dengan jahitan. Tidak hanya itu, ada juga beberapa tips agar ibu yang baru melahirkan tetap bisa mendapatkan tidur yang berkualitas. Yuk simak ulasannya berikut ini.

Rekomendasi Posisi Tidur Setelah Melahirkan Normal dengan Jahitan

Ada 4 rekomendasi posisi tidur ternyaman pascamelahirkan normal, yaitu:

1. Tidur dengan Posisi Terlentang

Posisi tidur paling nyaman setelah melahirkan normal dengan jahitan adalah telentang. Tidur telentang membuat posisi perut, vagina, dan luka bekas jahitan berada dalam posisi lurus. Posisi ini membuat luka tidak mengalami tekanan, sehingga Anda bisa merasa lebih nyaman.

Anda juga bisa menambahkan bantal di bawah lutut untuk menambah rasa nyaman. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan bantal pada punggung agar mudah ketika bangun.

2. Tidur dengan Posisi Setengah Duduk

Rekomendasi posisi tidur setelah melahirkan dengan jahitan adalah posisi setengah duduk. Posisi ini akan mengurangi tekanan pada perut dan tekanan pada vagina. Anda bisa tidur setengah duduk di sofa ataupun di kasur.

Jika Anda memilih tidur di kasur, tempatkan bantal dari punggung sampai kepala. Anda yang tidur di sofa bisa memilih bersandar di sandaran sofa yang nyaman dan luruskan kaki.

Posisi tidur ini selain nyaman, juga sangat memudahkan ibu pasca melahirkan untuk bangun.

3. Tidur Menyamping

Bolehkah tidur miring setelah melahirkan normal? Tentu saja boleh. Tidur menyamping menjadi salah satu posisi tidur ternyaman pascamelahirkan.

Tidur menyamping bisa membantu Anda untuk menyelaraskan tulang belakang agar lebih nyaman. Selain itu, posisi tidur ini juga bisa mencegah heartburn pascamelahirkan.

Pastikan jika Anda tidur menyamping setelah melahirkan, posisi tulang belakang, panggul dan kaki harus lurus atau sejajar. Hal ini perlu Anda lakukan agar tidak merasakan nyeri pada bekas luka jahitannya.

Anda juga bisa menambahkan tidur di kaki bawah untuk menjaga keseimbangan panggul.

4. Tidur dengan Posisi Bantal yang Tinggi di Bagian Kepala

Posisi tidur ternyaman setelah melahirkan dengan jahitan yang terakhir adalah tidur dengan bantal tinggi di kepala. Bantal yang tinggi bisa membantu memberikan kenyamanan pada saat tidur. Selain itu, posisi ini juga memudahkan Anda ketika akan bangun.

Tips Tidur Nyenyak Setelah Melahirkan Normal dengan Jahitan

Setelah melahirkan, seorang ibu membutuhkan istirahat yang cukup karena baru saja mengeluarkan banyak energi. Apalagi jika melahirkannya normal dengan jahitan, maka ibu harus istirahat lebih lama untuk pemulihan tubuhnya.

Namun, sayangnya banyak ibu pascamelahirkan justru mengalami sulit tidur. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal termasuk stres.[2] Untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, ada beberapa tips yang bisa diterapkan. Berikut ini adalah tips tidur nyenyak setelah melahirkan yang bisa Anda praktekkan.

1. Buat Suasana Kamar Tidur Senyaman Mungkin

Agar nyaman ketika tidur pascamelahirkan, pastikan suasana kamar tidur nyaman. Anda bisa meredupkan cahaya dan menyalakan humidifier untuk menambah kenyamanan. Selain itu, pastikan juga udara kamar tetap lembab dan dingin agar istirahat semakin nyaman.

2. Kerjasama dengan Pasangan atau Saudara untuk Bergantian Jaga Bayi

Setelah melahirkan, tugas ibu tidak selesai begitu saja, dia masih harus merawat bayinya. Sebaiknya setelah melahirkan biarkan ibu untuk beristirahat sejenak apalagi jika melahirkannya normal dengan jahitan.

Ibu bisa bekerja sama dengan pasangan atau saudara untuk bergantian menjaga bayi. Kerjasama ini juga merupakan salah satu bentuk parenting agar anak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Selain itu, ibu juga bisa istirahat dengan tenang sampai kondisinya pulih kembali.

3. Gunakan Kasur yang Berkualitas Bagus

Agar tidur semakin nyaman dan nyenyak pastikan Anda menggunakan kasur yang berkualitas bagus. Rekomendasi kasur terbaik untuk istirahat ibu pascamelahirkan normal dengan jahitan adalah bliss mattress dari Domibed. 

Kasur dari Domibed ini sangat recommended untuk ibu pascamelahirkan karena:

  • Menggunakan open cell memory foam yang bisa menyesuaikan bentuk tubuh.
  • Sudah menggunakan teknologi high density quantum base foam yang bisa menopang badan dengan sempurna, dan
  • Terbuat dari bahan hypoallergenic natural latex yang lebih responsive pada tekanan dan sudah anti panas.

Ibu setelah melahirkan memang harus istirahat total untuk memulihkan kembali tenaganya. Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, pastikan posisi tidur setelah melahirkan normal dengan jahitan nyaman. Hindari banyak gerak terlebih dahulu agar jahitan bisa cepat kering dan ibu bisa beraktivitas untuk merawat bayinya.

Tungau dan kutu kasur adalah serangga kecil yang biasanya berkembang biak di tempat tidur sehingga menyebabkan masalah kesehatan. Namun, apa beda tungau dan kutu kasur? Anda akan menemukan jawabannya di sini! 

Perbedaan Tungau dan Kutu Kasur 

“Meskipun keduanya dapat mengganggu kualitas tidur, tungau dan kutu kasur memiliki perbedaan dalam ukuran, penampilan, perilaku, dan dampak kesehatan.” 

Inilah perbedaan antara tungau dan kutu kasur beserta ciri-cirinya!

Karakteristik Tungau

Tungau Kasur
  • Ukuran: Tungau lebih kecil daripada kutu kasur, dengan panjang sekitar 0,2 hingga 0,5 mm.
  • Penampilan: Tungau biasanya berwarna putih atau kekuningan, dengan bentuk tubuh oval dan delapan kaki. Lebih daripada itu, mereka sangat kecil sehingga sulit terlihat dengan mata telanjang.
  • Habitat: Tungau terutama hidup di tempat-tempat yang lembab seperti tempat tidur, bantal, karpet, dan perabotan berlapis kain. Selanjutnya, Anda juga bisa menemukan mereka di daerah yang memiliki banyak partikel kulit mati.
  • Perilaku: Tungau memakan serpihan kulit manusia yang terkelupas dan debu rumah tangga. Namun, mereka tidak menghisap darah.
  • Dampak Kesehatan: Tungau dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Gejalanya meliputi bersin, hidung tersumbat, mata berair, dan ruam kulit.

Karakteristik Kutu Kasur

Kutu Kasur
  • Ukuran: Kutu kasur lebih besar daripada tungau, dengan panjang sekitar 4 hingga 5 mm.
  • Penampilan: Kutu kasur berwarna cokelat keabu-abuan hingga merah cokelat. Selanjutnya, kutu kasur loncat memiliki bentuk tubuh datar dan oval, serta memiliki enam kaki.
  • Habitat: Kutu kasur bersembunyi di tempat tidur, kasur, kasur busa, dan celah-celah di sekitar tempat tidur. Kemudian, mereka akan keluar di malam hari untuk menghisap darah manusia.
  • Perilaku: Kutu kasur adalah parasit pemakan darah yang menghisap darah manusia saat tidur. Lebih daripada itu, mereka cenderung menggigit area-area di kulit yang terbuka, seperti lengan dan leher.
  • Dampak Kesehatan: Gatal, ruam dan reaksi alergi adalah ciri-ciri digigit kutu kasur. Selain itu, gigitan kutu kasur juga bisa membawa patogen penyakit.

Secara umum, baik tungau maupun kutu kasur dapat menyebabkan masalah kesehatan dan mengganggu tidur. Jangan sampai ini terjadi pada Anda! 

Penyebab Munculnya Tungau

Tungau dapat muncul di lingkungan rumah karena kondisi yang mendukung perkembangan hidup mereka. 

Berikut adalah beberapa penyebab tungau kasur: 

1. Kadar Kelembapan Tinggi 

Lingkungan yang lembab menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan tungau debu rumah tangga. Terlebih lagi, kondisi lembab memang membuat tungau memiliki sumber air yang cukup.

2. Partikel Kulit Mati 

Tungau memakan serpihan kulit manusia yang terkelupas. Jadi, kamar tidur atau area dengan penumpukan serpihan kulit manusia dapat menjadi tempat yang menarik bagi tungau.

3. Keberadaan Hewan Peliharaan

Tungau juga dapat hidup di bulu hewan peliharaan seperti kucing atau anjing, karena bulu hewan peliharaan dapat menjadi sumber partikel kulit dan rambut.

4. Kurangnya Sirkulasi Udara

Kurangnya sirkulasi udara di dalam rumah, terutama di tempat tidur, dapat membantu tungau berkembang biak.

Penyebab Kutu Kasur

Selanjutnya, ini adalah penyebab munculnya kutu kasur:

1. Kondisi Lingkungan yang Mendukung

Lingkungan yang hangat dan lembab, seperti tempat tidur yang tidak terawat atau kurang ventilasi, dapat menjadi tempat berkembang biak bagi kutu kasur.

2. Perpindahan Melalui Pakaian atau Barang

Kutu kasur dapat menyebar melalui pakaian, tas, barang-barang, atau furnitur. Oleh karena itu, mereka bisa berpindah bersama barang-barang tersebut.

3. Perjalanan

Menginap di tempat-tempat yang terkena kutu kasur dapat membawanya masuk ke dalam rumah Anda melalui pakaian atau barang bawaan.

4. Tidak Rutin Membersihkan Kasur

Tidak membersihkan kasur secara rutin dapat membuat kutu kasur menetap.

5. Hewan Peliharaan

Hewan peliharaan dapat membawa kutu kasur ke dalam rumah. Pasalnya, kutu kasur dapat hidup di hewan peliharaan dan menyebar ke tempat tidur.

Cara Mengatasi Tungau dan Kutu Kasur

Memory Foam Sanitized Topper Domibed

Ada beberapa langkah tambahan yang dapat Anda ambil untuk mencegah tungau dan kutu kasur:

  • Melakukan pembersihan kasur secara rutin
  • Menggunakan vakum untuk membersihkan kasur
  • Menjemur kasur di bawah matahari
  • Menggunakan sprei anti alergi
  • Mengontrol kelembaban kamar tidur
  • Menggunakan tambahan kasur Memory Foam Sanitized

Salah satu cara mengatasi kutu kasur adalah menggunakan tambahan kasur Memory Foam Sanitized dari Domibed. Produk ini punya teknologi Sanitized yang memiliki manfaat dalam mencegah perkembangan dan pertumbuhan jamur, bakteri, dan jamur. 

Lebih daripada itu, Memory Foam Sanitized juga merupakan cara menghilangkan tungau kasur dengan mudah. Pasalnya, produk ini dapat membantu menjaga kebersihan dan kehigienisan lingkungan tidur. 

Tak hanya mengusir kutu dan tungau, teknologi Sanitized juga diklaim mampu mencegah noda dan bau. Oleh karena itu, produk ini bisa jadi solusi terbaik dalam mengatasi masalah tungau. Itulah beda tungau dan kutu kasur sekaligus cara pencegahannya. Semoga artikel ini membantu Anda menjaga kesehatan lingkungan rumah Anda!

Kenapa tidur tidak nyenyak terasa begitu mengganggu? Tentu saja, karena saat bangun, Anda masih akan merasa lelah. Jadi, apa penyebab tidur nyenyak Anda terganggu? Mari kita bahas bersama dalam artikel kali ini! 

Penyebab Tidur Tidak Nyenyak

“Tidur yang tidak nyenyak bisa terjadi karena berbagai faktor, baik fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, mengatasi masalah tidur yang tidak nyenyak harus melibatkan identifikasi penyebabnya dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaikinya.”

Berikut ini beberapa penyebab umum tidur tidak nyenyak dan cara mengatasinya:

1. Stres dan Kecemasan

Penyebab: Stres, kecemasan, atau tekanan emosional bisa menyebabkan tidur tidak nyenyak sering terbangun.

Cara Mengatasi: Pertama-tama, coba praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam-dalam. Kemudian, jaga pikiran positif dan carilah dukungan emosional dapat membantu meredakan stres.

2. Gangguan Tidur

Penyebab: Gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, atau restless legs syndrome dapat menghambat tidur nyenyak.

Cara Mengatasi: Konsultasikan dengan dokter atau ahli tidur untuk evaluasi dan penanganan yang tepat. Anda mungkin harus menjalani terapi perilaku, perubahan gaya hidup, atau terapi medis jika perlu.

3. Pola Tidur yang Tidak Teratur

Penyebab: Tidur dengan pola yang tidak konsisten, seperti tidur terlalu siang atau terlalu larut malam, dapat mempengaruhi kualitas tidur.

Cara Mengatasi: Pertama-tama, tetapkan jadwal tidur yang konsisten, bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.

4. Lingkungan Tidur yang Tidak Mendukung

Penyebab: Faktor lingkungan seperti suara bising, cahaya terang, atau suhu yang tidak nyaman dapat membuat Anda tidak bisa tidur sampai pagi. 

Cara Mengatasi: Ciptakan lingkungan tidur yang tenang, gelap, dan nyaman. Selanjutnya, gunakan penutup mata, earplug, atau bantuan lainnya jika perlu.

5. Pola Makan dan Minum yang Tidak Tepat

Penyebab: Makan berat atau minum kafein atau alkohol sebelum tidur dapat membuat Anda mengantuk tapi tidak tidur.

Cara Mengatasi: Hindari makan berat dan minuman berkafein atau alkohol beberapa jam sebelum tidur.

6. Kurangnya Aktivitas Fisik

Penyebab: Kurangnya aktivitas fisik sepanjang hari dapat membuat tubuh tidak cukup lelah untuk tidur nyenyak. Biasanya, Anda bisa menutup mata tapi tidak tidur. 

Cara Mengatasi: Lakukan olahraga ringan secara teratur, namun hindari olahraga berat menjelang waktu tidur.

7. Pemilihan Kasur yang Tidak Tepat

Penyebab: Kasur yang tidak nyaman atau tidak mendukung dapat membuat tidur tidak nyenyak.

Cara Mengatasi: Pilih kasur yang sesuai dengan preferensi tidur Anda, yang memberikan dukungan tulang belakang dan kenyamanan.

Jika tidur yang tidak nyenyak berlanjut, maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Mereka dapat membantu menentukan penyebab yang lebih spesifik dan memberikan solusi yang sesuai dengan situasi Anda.

Apa yang Terjadi Jika Tidur Tak Nyenyak?

Ketidakmampuan untuk tidur nyenyak dapat ditandai oleh sejumlah gejala yang mempengaruhi berbagai aspek kesehatan dan kualitas hidup seseorang. 

Gejala-gejala ini dapat bervariasi dalam intensitas dan durasi, tergantung pada penyebab dan faktor-faktor individu. Berikut beberapa gejala umum jika seseorang mengalami kesulitan tidur nyenyak:

  • Kesulitan Memulai Tidur – Sulit untuk tertidur meskipun merasa lelah dan mempersiapkan diri untuk tidur.
  • Sering Bangun di Malam Hari – Terbangun secara berulang-ulang selama malam dan memiliki kesulitan untuk kembali tidur.
  • Tidur Tidak Nyenyak – Meskipun tidur, merasa tidur tidak berkualitas dan sering terbangun dalam keadaan tidak segar.
  • Tidur Terlalu Cepat Bangun – Bangun terlalu awal di pagi hari dan merasa tidak bisa tidur lagi.
  • Merasa Tidak Bugar di Siang Hari – Merasa lelah, kantuk, atau kurang bertenaga di siang hari karena kurang tidur di malam hari.
  • Perubahan Mood dan Konsentrasi – Kesulitan tidur nyenyak dapat memengaruhi suasana hati sehingga membuat Anda lebih mudah tersinggung, cemas, atau depresi. 
  • Ketegangan Fisik dan Otot – Tegang otot, nyeri kepala, atau ketidaknyamanan fisik sebab tidur yang terganggu.
  • Kurangnya Energi dan Motivasi – Merasa kurang bersemangat dan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
  • Pola Tidur yang Tidak Teratur – Tidur dengan pola yang tidak teratur, seperti tidur siang yang berlebihan, dapat memengaruhi kualitas tidur malam.
  • Ketegangan Emosional – Rasa frustasi, cemas, atau marah terkait dengan kesulitan tidur dapat memperburuk masalah tidur.

Tidur Tenang dengan Memory Cloud Pillow

Memory Cloud Pillow Domibed

Salah satu cara tidur nyenyak dan bangun segar adalah memastikan bantal Anda nyaman. Oleh karena itu, Anda harus memilih tidur dengan Memory Cloud Pillow dari Domi. 

Bantal ini cocok untuk mereka yang sering merasa sakit leher, mendengkur, atau sering mengubah posisi tidur. Terlebih lagi Memory Cloud Pillow bisa memberikan dukungan leher yang optimal karena Anda bisa menyesuaikan tingkat kekenyalannya.

Selain bantal, ada beberapa faktor lain yang juga berkontribusi terhadap tidur yang berkualitas, seperti pola tidur yang teratur, lingkungan tidur yang nyaman, dan gaya hidup sehat. Jadi, itulah jawaban untuk pertanyaan kenapa tidur tidak nyenyak dan bagaimana cara mengatasinya. Semoga Anda segera bisa tidur lebih nyenyak dengan Memory Cloud Pillow dari Domibed.

Memilih warna cat kamar tidur ternyata bisa menentukan kualitas tidur Anda. Jadi, jangan sampai salah pilih! Anda mungkin harus menghindari banyak warna demi mendapatkan tidur nyenyak. 

Simak panduan lengkapnya di sini! 

Mengapa Harus Memilih Warna Cat Kamar Tidur yang Tepat?

“Warna ternyata memiliki pengaruh psikologis dan emosional yang dapat memengaruhi suasana hati, relaksasi, dan kenyamanan. Oleh karena itulah, memilih warna kamar tidur yang tepat bisa meningkatkan kualitas tidur.” 

Jadi, bagaimana pemilihan warna cat dapat berpengaruh terhadap kualitas tidur?

1. Efek Psikologis Warna 

Setiap warna memiliki efek psikologis yang berbeda pada pikiran dan perasaan. Warna cat kamar tidur yang menenangkan seperti biru muda, hijau pucat, atau nuansa netral tentu saja menciptakan suasana yang santai dan menenangkan. 

Sebaliknya, warna-warna cerah dan kuat seperti merah atau oranye dapat meningkatkan energi dan semangat. Jadi, warna ini mungkin tidak ideal untuk menciptakan lingkungan yang tenang untuk tidur.

2. Relaksasi dan Ketenangan

Warna-warna yang menenangkan dapat membantu menciptakan lingkungan tidur yang lebih santai. Oleh karena itu, pilihlah warna-warna seperti biru dan hijau. Pasalnya, warna ini bisa menjadi sumber relaksasi dan ketenangan sehingga membantu Anda meredakan stres dan mempersiapkan tubuh untuk tidur.

3. Cahaya dan Refleksi Warna

Warna dinding juga dapat memantulkan cahaya di dalam kamar. Jadi, warna-warna cerah cenderung memantulkan lebih banyak cahaya dan bisa mengganggu tidur, terutama jika ada cahaya luar yang masuk ke dalam kamar.

4. Sensasi Ruang

Warna-warna terang dapat memberikan kesan ruangan yang lebih luas dan terbuka. Sebaliknya, warna-warna gelap dapat membuat ruangan terasa lebih hangat dan intim. Oleh karena itu, pemilihan warna ini juga bisa memengaruhi suasana tidur Anda.

5. Pengalaman Pribadi

Tiap individu memiliki preferensi warna yang berbeda dan mungkin memiliki pengalaman pribadi terkait warna tertentu yang memberikan rasa nyaman atau tidak nyaman. 

Jadi, pemilihan warna yang sesuai dengan preferensi pribadi dapat membantu menciptakan lingkungan tidur yang lebih menyenangkan.

6. Tingkat Energi dan Pemulihan

Warna yang Anda pilih ternyata dapat memengaruhi tingkat pemulihan tubuh saat tidur. Dengan kata lain, lingkungan tidur yang tenang dengan warna cat kamar tidur minimalis dapat membantu tubuh beristirahat lebih baik dan memulihkan energi.

Saat memilih warna cat untuk kamar tidur, penting untuk mempertimbangkan preferensi pribadi, efek psikologis warna, serta dampak cahaya dan suasana yang ingin Anda ciptakan. 

Terlebih lagi, menyesuaikan warna dapat menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan mendukung kualitas tidur yang baik.

8 Warna yang Paling Cocok untuk Kamar Tidur

Warna-warna yang cocok untuk kamar tidur adalah yang cenderung menenangkan sehingga menciptakan lingkungan yang nyaman untuk tidur. Berikut adalah beberapa rekomendasi warna yang cocok untuk kamar tidur:

1. Biru Muda

cat kamar biru muda

Biru muda adalah warna yang sangat menenangkan sehingga sering melambangkan kedamaian. Warna ini dapat membantu meredakan stres dan menciptakan suasana yang cocok untuk tidur.

2. Hijau Pucat

cat kamar hijau pucat

Hijau memiliki efek menenangkan dan segar, terutama hijau pucat atau mint. Lebih daripada itu, warna ini juga melambangkan alam dan memberikan kesan relaksasi.

3. Abu-abu Terang

cat kamar abu abu terang

Abu-abu terang atau netral dapat memberikan kesan yang tenang dan elegan. Jadi, Anda bisa menggunakan warna ini sebagai latar belakang yang cocok untuk suasana tidur yang santai.

4. Lavender

cat kamar lavender

Lavender adalah warna yang lembut dan memberikan efek relaksasi. Efek warnanya sama dengan aroma lavender yang terkenal dapat membantu tidur.

5. Beige atau Krem

cat kamar krem

Warna-warna netral seperti beige atau krem memberikan nuansa hangat dan damai sehingga dapat menciptakan suasana yang cocok untuk tidur nyenyak.

6. Putih

cat kamar putih

Putih bersih adalah warna cat kamar tidur agar terlihat luas. Pasalnya, warna ini dapat memberikan kesan ruangan yang luas dan bersih. Meskipun sangat netral, putih bisa menciptakan suasana tenang.

7. Merah Muda Terang

cat kamar merah muda

Jika Anda suka warna cat kamar tidur yang aesthetic, merah muda terang dapat menjadi pilihan yang baik. Terlebih lagi, warna ini bisa memberikan suasana yang ceria namun tetap lembut.

8. Nuansa Tanah

cat kamar nuansa tanah

Warna-warna seperti coklat muda atau krem karamel juga bisa memberikan kesan hangat dan nyaman di kamar tidur.

Meskipun rekomendasi warna ini bisa meningkatkan kualitas tidur, pastikan Anda tetap memilih warna favorit yang membuat Anda merasa paling nyaman. 

Selanjutnya, Anda juga bisa mencoba kombinasi dua warna atau menambahkan aksen warna untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan preferensi pribadi. Sebaiknya hindari warna-warna yang terlalu cerah atau meriah, karena bisa mengganggu suasana relaksasi di kamar tidur.

Lebih dari Sekadar Warna Kamar

Domi Cloud Domibed

Selain pemilihan warna cat kamar yang tepat, pemilihan jenis kasur juga memiliki dampak besar terhadap kualitas tidur. Kasur yang sesuai dengan kebutuhan tidur dapat membantu menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan mendukung.

Domi Cloud adalah salah satu pilihan kasur terbaru yang harus Anda miliki untuk tidur nyaman. Kasur ini punya tingkat keempukan soft dengan 5 zones memory foam yang pasti akan membuat Anda tidur nyenyak serasa di awan. Jadi, kasur ini cocok untuk Anda yang mencari kenyamanan ekstra dalam tidur.Meskipun warna cat kamar tidur itu penting, kualitas kasur juga salah satu hal utama yang mendukung kualitas tidur. Jadi, kunjungilah Domibed sekarang juga dan bawa pulang Cloud Mattress-nya!

Posisi tidur ibu hamil memang harus diperhatikan untuk kelancaran kehamilan. Oleh karena itu, kami akan membahas posisi mana saja yang harus Anda hindari demi keamanan janin. 

Bahaya Posisi Tidur yang Salah Bagi Ibu Hamil

“Posisi tidur yang salah pada ibu hamil dapat berpotensi menyebabkan risiko bagi kesehatan janin dan ibu hamil itu sendiri.” 

Inilah beberapa posisi tidur ibu hamil yang membahayakan janin! Jadi, jangan sampai Anda melakukannya. 

1. Tidur Telentang Penuh

Tidur telentang dengan kepala dan kaki sejajar dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah dan nutrisi ke janin. Lebih daripada itu, posisi ini juga dapat menghambat aliran balik darah ke ibu hamil. 

Jadi, bolehkah tidur telentang saat hamil muda? Jawabannya adalah tidak boleh. Sebab, posisi ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah rendah, pembengkakan, dan bahkan pingsan.

2. Posisi Miring Telentang

Meskipun tidur miring umumnya disarankan selama kehamilan, tidur miring telentang dengan seluruh tubuh condong ke satu sisi dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah besar yang mengalir di dalam rongga perut. Jadi, posisi ini juga dapat mengganggu aliran darah ke janin.

3. Tidur di Perut

Jangan sampai tidur menghadap ke bawah dengan perut yang membesar terutama pada trimester akhir kehamilan. Bahaya tidur tengkurap saat hamil terletak pada gangguan yang mungkin terjadi pada peredaran darah Anda. 

Tidur dengan posisi yang tidak tepat pada ibu hamil dapat berkontribusi terhadap masalah kesehatan seperti hipotensi supine, gangguan sirkulasi, dan risiko pembekuan darah. Pada kasus yang ekstrem, hal ini bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.

Jadi, untuk mengurangi risiko ini, ibu hamil sebaiknya tidur dengan posisi miring, terutama miring ke kiri. Pasalnya, posisi ini membantu menjaga aliran darah yang optimal ke rahim dan janin. Lebih daripada itu, posisi ini juga membantu Anda menghindari tekanan pada pembuluh darah dan mengoptimalkan posisi bangun tidur ibu hamil.

Selanjutnya, usahakan untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan tentang masalah tidur selama kehamilan. Mereka dapat memberikan panduan yang lebih spesifik berdasarkan situasi Anda dan memberikan saran tentang posisi tidur yang paling aman selama masa kehamilan.

Gejala Sulit Tidur pada Ibu Hamil

Banyak ibu hamil mengalami kesulitan tidur nyenyak selama kehamilan karena sejumlah perubahan fisik dan emosional yang terjadi dalam tubuh. Gejala yang umum terkait kesulitan tidur pada ibu hamil meliputi:

1. Kesusahan untuk Menemukan Posisi yang Nyaman

Pertambahan berat badan dan perut yang semakin membesar selama kehamilan dapat membuat Anda sulit untuk menemukan posisi tidur yang nyaman. 

Namun, tidur dalam posisi yang salah dapat menyebabkan tekanan pada organ dalam dan pembuluh darah, mengganggu aliran darah dan nyaman tidur.

2. Sering Berkemih

Pada trimester pertama dan akhir kehamilan, frekuensi kencing bisa meningkat karena adanya tekanan rahim yang membesar pada kandung kemih. Jadi, ini dapat membangunkan ibu hamil dari tidur dan memberikan gangguan tersendiri.

3. Kram dan Rasa Tidak Nyaman

Kram otot kaki, nyeri punggung, nyeri pinggul, dan perubahan fisik lainnya dapat membuat tidur terasa tidak nyaman. Namun, Anda tetap harus menjaga frekuensi tidur supaya tidak kelelahan. 

4. Mual dan Muntah

Kebanyakan wanita hamil mengalami mual dan muntah, terutama pada trimester pertama. Jadi, ini bisa mengganggu tidur dan membuat ibu hamil lebih susah untuk tidur nyenyak.

5. Perasaan Cemas dan Stres

Keadaan emosional yang cenderung berubah selama kehamilan. Contohnya: perasaan cemas mengenai kesehatan bayi atau persiapan menjadi orang tua. Keduanya, bisa memengaruhi kemampuan tidur nyenyak.

6. Gerakan Bayi

Pada trimester akhir kehamilan, bayi yang aktif bisa membuat ibu merasa ketukan dan gerakan. Jadi, ini bisa mengganggu tidur.

7. Sembelit

Beberapa ibu hamil mengalami masalah sembelit, yang bisa membuat tidur nyenyak sulit.

Penyebab utama kesulitan tidur selama kehamilan meliputi perubahan hormon, perubahan fisik, perubahan psikologis, dan faktor-faktor kesehatan tertentu. Meskipun demikian, Anda harus tetap menjaga frekuensi tidur. Jadi, apa solusinya?

Tidur Aman dan Nyaman dengan Domibed

bliss mattress domibed

Untuk ibu hamil, tidur yang aman dan nyaman sangat penting demi kesehatan ibu dan janin. Jadi, memilih kasur yang mendukung tidur nyaman dan berkualitas bisa menjadi langkah yang baik. Produk seperti kasur Bliss Mattress mungkin dapat menjadi pilihan yang Anda pertimbangkan.

Kasur Premium Bliss Mattress dari Domi dapat memberikan kenyamanan sempurna saat tidur. Terlebih lagi, kasur ini memang punya tingkat keempukan medium dan sudah dilapisi kain bamboo yang sejuk dan super soft

Selain memilih kasur yang sesuai, ibu hamil juga sebaiknya tidur dalam posisi yang nyaman. Selanjutnya, gunakan juga bantal penyangga tubuh atau bantal di bawah perut dan di antara lutut yang dapat membantu menjaga posisi tidur yang optimal.Posisi tidur ibu hamil menentukan kelancaran proses kehamilan. Oleh karena itu, jangan sampai salah langkah! Dapatkan tidur yang sempurna hanya dengan Domibed.

Kaki kram saat tidur atau night leg cramps, sangatlah tidak nyaman. Terutama, ketika terjadi kontraksi kuat yang menyebabkan rasa nyeri pada otot kaki. Pernahkah Anda mengalaminya? Jika iya, maka Anda harus tahu cara mengatasi kaki kram saat tidur. Simak ulasan di bawah ini!

Penyebab Kaki Kram Saat Tidur 

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kram kaki saat tidur. Mari kita bahas satu per satu! 

1. Kekurangan Elektrolit

Kekurangan elektrolit atau mineral, seperti magnesium, kalsium, kalium, dan sodium dalam tubuh dapat menyebabkan kram betis kanan saat tidur. Terlebih lagi, elektrolit adalah zat yang penting untuk kontraksi otot yang normal. Jadi, ketika kadar elektrolit tidak seimbang, terutama kalium dan magnesium, otot-otot akan rentan mengalami kram.

2. Dehidrasi

Kekurangan cairan dalam tubuh, atau dehidrasi, dapat menyebabkan penurunan kadar elektrolit dan mempengaruhi fungsi otot. Oleh karena itu, dehidrasi dapat meningkatkan risiko kaki kram saat tidur.

3. Aktivitas Fisik Berlebihan

Jika Anda baru mulai berolahraga intens atau melakukan aktivitas fisik berlebihan, maka Anda mungkin akan mengalami kelelahan otot dan kram di saat tidur.

4. Kurangnya Peregangan

Kurangnya peregangan otot sebelum tidur atau selama tidur dapat menyebabkan otot menjadi tegang dan rentan terhadap kram.

5. Penyakit dan Kondisi Medis

Beberapa kondisi medis, seperti diabetes, masalah sirkulasi, gangguan saraf, dan gangguan hormonal dapat meningkatkan risiko kaki kram.

6. Obat-obatan

Beberapa obat, seperti diuretik (obat penghilang air), dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit dan memicu kaki kram.

7. Usia dan Faktor Genetik

Orang tua cenderung lebih rentan mengalami kaki kram karena penurunan massa otot dan perubahan hormonal. Lebih daripada itu, faktor genetik juga bisa memainkan peran.

8. Tekanan pada Saraf

Posisi tidur yang salah dapat menyebabkan kram pada kaki. Pasalnya, saraf pada kaki mungkin saja terkena tekanan dari bagian tubuh yang lain. 

“Selanjutnya, Anda juga perlu tahu bahwa penyebab kaki kram saat tidur bisa bervariasi. Dengan kata lain, kita mungkin tidak bisa mengidentifikasi apa penyebab utamanya.”  

Namun, jika kaki kram sering terjadi atau terasa sangat mengganggu, Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter atau ahli medis untuk mengevaluasi penyebabnya. Dengan demikian, Anda bisa menerima saran yang tepat mengenai pencegahannya.

Cara Mudah Mengatasi Kaki Kram Saat Tidur

Berikut adalah beberapa cara mengatasi kaki kram saat tidur, Anda bisa menerapkannya sebagai strategi pencegahan. 

1. Peregangan Otot

Pertama-tama, cobalah lakukan peregangan ringan pada otot-otot kaki Anda sesaat sebelum tidur. Tindakan ini bisa membantu merilekskan otot-otot sehingga dapat menjadi salah satu cara mengatasi kaki kram di betis. Caranya mudah, cobalah meregangkan otot betis dan paha dengan perlahan.

2. Minum Elektrolit

Selanjutnya, pastikan Anda mendapatkan cukup elektrolit, seperti magnesium, kalium, dan kalsium dari makanan Anda. Jadi, konsumsilah makanan yang kaya akan nutrisi-nutrisi ini, seperti pisang, bayam, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak.

3. Cukup Cairan

Kemudian, pastikan Anda cukup terhidrasi sepanjang hari. Dehidrasi bisa memicu kaki kram. Jadi, usahakan minum cukup air sepanjang hari, terutama jika Anda aktif atau cuaca sedang panas.

4. Menghindari Posisi Kaki Terlalu Datar saat Tidur

Posisi di mana kaki Anda ditekuk ke kiri dapat memicu kram betis kiri saat tidur. Begitu pula sebaliknya. Jadi, cobalah meletakkan bantal di bawah kaki Anda atau mencari posisi tidur yang lebih nyaman.

5. Menggunakan Selimut atau Pemanas

Selanjutnya, gunakan selimut atau pemanas pada kaki Anda saat tidur, terutama jika Anda merasa kedinginan. Ingat! Suhu yang rendah dapat meningkatkan risiko kaki kram.

6. Relaksasi

Praktikkan teknik relaksasi sebelum tidur, seperti meditasi atau pernapasan dalam. Ini dapat menghindarkan Anda dari stres yang dapat berkontribusi terhadap kaki kram.

7. Berolahraga Teratur

Berolahraga secara teratur dapat membantu menjaga otot-otot tetap kuat dan fleksibel sehingga mengurangi risiko kaki kram. Namun, pastikan Anda tidak berlebihan dan memberi cukup waktu bagi otot untuk pulih.

8. Perhatikan Obat-obatan

Beberapa obat-obatan, seperti diuretik, dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Jika Anda merasa bahwa obat-obatan yang Anda konsumsi berkontribusi terhadap kaki kram, bicarakan dengan dokter Anda tentang opsi lain atau perubahan dosis.

Rekomendasi Kasur untuk Mencegah Kaki Kram 

Domi Dual Comfort Mattress

Posisi tidur yang tepat adalah salah satu langkah untuk mencegah kaki kram saat tidur. Jadi, cobalah tidur dalam posisi yang nyaman dan tidak membebani otot-otot Anda. Ini dapat membantu mengurangi risiko kaki kram. Selain itu, memilih kasur yang sesuai juga dapat berperan penting dalam kenyamanan tidur.

Kasur Domi Dual Comfort, yang menawarkan dua tingkat keempukan (Soft dan Firm), bisa menjadi salah satu solusi untuk masalah kaki kram. Terlebih lagi, kasur ini memang memungkinkan Anda untuk memilih tingkat keempukan yang paling nyaman. 

Tentu saja, ini penting karena tidur dalam posisi yang nyaman dapat membantu mengurangi risiko kaki kram saat tidur dan meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan. Jadi, selain menambah wawasan tentang cara mengatasi kaki kram saat tidur juga bersegeralah kunjungi Domibed untuk membawa pulang kasur impian Anda!

Pernahkah Anda merasakan sensasi bangun di tengah malam tetapi tidak bisa bergerak sama sekali? Orang sering menyebut kondisi ini dengan istilah ketindihan. 

Namun, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh Anda saat ketindihan? Kami akan menjelaskannya lebih lanjut dalam artikel kali ini. 

Pengertian Ketindihan

Istilah medis untuk ketindihan saat tidur adalah sleep paralysis. Ini adalah kondisi di mana seseorang merasa terbangun dari tidur tetapi tidak dapat bergerak atau berbicara. 

“Kondisi ini juga biasanya memunculkan sensasi tekanan pada bagian dada, sehingga menimbulkan rasa takut. Terlebih lagi, pengalaman ini memang bisa membuat Anda merasa terjebak di antara tidur dan kesadaran karena tidak dapat mengontrol tubuh Anda.”

Penyebab Ketindihan

Percaya atau tidak, bukan hantu yang menyebabkan fenomena ini terjadi. Namun, beberapa hal inilah penyebab sleep paralysis

  • Gangguan Tidur REM. Fenomena ini terjadi terutama selama fase tidur REM (Rapid Eye Movement), di mana mimpi paling sering terjadi. Saat kita tidur, otak memberi sinyal kepada tubuh untuk menghentikan gerakan selama fase ini. Jadi, kondisi inilah yang mungkin mencegah kita menjalankan tindakan fisik saat terbangun dari mimpi.
  • Gangguan Tidur. Orang yang memiliki gangguan tidur tertentu seperti insomnia atau sleep apnea cenderung lebih berisiko mengalami ketindihan.
  • Stres dan Kelelahan. Stres berat dan kelelahan fisik dapat memicu terjadinya sleep paralysis.
  • Gaya Hidup. Pola tidur yang tidak teratur atau tidur terlalu sedikit juga dapat meningkatkan risiko terkena.
  • Genetika. Ada bukti bahwa faktor genetika juga dapat berperan dalam kecenderungan mengalami hal tersebut.

Cara Mengatasi Ketindihan

Meskipun Anda termasuk orang yang memiliki risiko tinggi, ada beberapa cara mengatasi ketindihan. Apa saja itu?

  • Jaga Pola Tidur Teratur – Cobalah untuk tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Ini membantu mengatur ritme sirkadian tubuh Anda.
  • Hindari Stres Berlebihan – Mengelola stres melalui relaksasi, meditasi, atau teknik pernapasan dapat membantu mengurangi risiko nya.
  • Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman – Pastikan kamar tidur Anda gelap, tenang, dan nyaman. Jadi, gunakan kasur dan bantal yang mendukung tidur berkualitas.
  • Batasi Konsumsi Kafein dan Alkohol – Kafein dan alkohol dapat memengaruhi kualitas tidur Anda. Oleh karena itu, batasi konsumsi sebelum tidur.
  • Konsultasikan dengan Profesional Kesehatan – Jika peristiwa ini terjadi berulang atau mengganggu kualitas hidup Anda, berkonsultasilah dengan dokter atau ahli tidur. Mereka dapat memberikan saran dan penanganan yang tepat.

Mitos Seputar Ketindihan

Karena ketindihan merupakan kondisi yang menakutkan, ada banyak mitos yang berusaha menjelaskan kondisi ini. 

1. Gangguan Spiritual atau Gaib

Beberapa budaya dan kepercayaan menyebutkan bahwa ketindihan adalah akibat dari gangguan rohani atau gaib. Namun, ini adalah mitos. Ketindihan dalam psikologi adalah fenomena neurologis yang terjadi karena Anda merasa stres.

2. Mimpi Buruk Menyebabkan Ketindihan

Meskipun ketindihan dapat terjadi setelah mimpi buruk, keduanya tidak selalu berhubungan. Dengan kata lain, sleep paralysis lebih terkait dengan fase tidur REM dan relaksasi otot-otot tubuh.

3. Hewan atau Makhluk Menyebabkan Ketindihan

Beberapa orang merasa bahwa peristiwa ini terjadi karena makhluk atau hewan yang duduk di atas mereka. Ini adalah interpretasi mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah. Jadi, ketindihan adalah gangguan fisik, bukan pengaruh dari makhluk atau hewan.

4. Ketindihan Selalu Menimbulkan Bahaya

Meskipun sensasi ini bisa sangat menakutkan, pada umumnya hal ini tidak menimbulkan bahaya fisik dan umumnya berlangsung hanya sebentar.

5. Hanya Terjadi pada Tidur Siang

Ketindihan tidak hanya terjadi selama tidur siang. Meskipun lebih umum terjadi saat tidur siang, tetapi hal ini juga bisa terjadi di malam hari.

Penting untuk mengingat bahwa sleep paralysis adalah fenomena ilmiah yang dapat dijelaskan oleh pengetahuan tentang tidur dan neurologi. Meskipun bisa sangat menakutkan, fenomena ini bukanlah hal gaib atau supranatural.

Fakta tentang Ketindihan

Di luar mitos-mitos yang beredar, ada fakta ketindihan yang seharusnya lebih Anda perhatikan. 

1. Fenomena Neurologis

Ketindihan adalah fenomena neurologis yang terjadi saat seseorang merasa terjaga, tetapi otot-otot tubuhnya tetap dalam keadaan relaksasi yang terjadi selama tidur REM. Ini terjadi karena adanya penurunan aktivitas otot selama fase tidur ini.

2. Sensasi Tidak Dapat Bergerak

Selama peristiwa ini terjadi, seseorang dapat merasakan sensasi bahwa mereka tidak dapat bergerak atau berbicara. Ini terjadi karena otot-otot kehilangan kemampuan untuk bergerak secara sadar dalam beberapa saat. 

3. Halusinasi Visual dan Sensoris

Selain sensasi kehilangan gerakan, orang yang mengalami hal ini juga dapat mengalami halusinasi visual dan sensoris. Lebih dari itu, halusinasi ini bisa berupa penglihatan bayangan atau suara-suara yang tidak nyata.

4. Durasi Singkat

Meskipun terasa lama, kejadian ini biasanya hanya berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit. Selanjutnya, otot-otot tubuh akan kembali berfungsi, dan seseorang dapat bangun sepenuhnya.

5. Tidak Berbahaya secara Fisik

Meskipun terasa menakutkan, sleep paralysis pada umumnya tidak berbahaya secara fisik dan jarang menyebabkan dampak jangka panjang.

Solusi Ketindihan dari Domibed

Kasur Domi

Salah satu kunci untuk mengatasi masalah tidur seperti ketindihan adalah menciptakan lingkungan tidur yang nyaman. Anda dapat memulainya dengan memilih kasur yang berkualitas dari Domibed. 

Jangan hanya memilih kasur yang memberikan dukungan fisik, tetapi perhatikan juga kenyamanan dan desainnya. Kasur springbed dengan desain minimalis dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menciptakan atmosfer tidur yang tenang. Terlebih lagi, kasur jenis ini cocok digunakan di berbagai ruangan. 

Jadi, pastikan untuk memilih kasur yang sesuai dengan kebutuhan tidur Anda untuk mendukung kesehatan tidur dan tulang belakang Anda. Dengan demikian, Anda akan bebas dari risiko ketindihan bersama Domibed!

Tahukah Anda bahwa memilih bahan sprei yang tepat juga penting untuk kesehatan kulit? Bagi mereka yang rentan terhadap jerawat, menjaga kulit agar bebas dari breakout terbilang sebagai prioritas dalam kehidupan sehari-hari.

Kunjungan rutin ke dokter kulit, menghindari produk perawatan kulit yang terlalu berminyak, dan pola makan sehat sangat penting dalam melawan jerawat—namun, terkadang itu tidak cukup. 

Bahkan apabila Anda memiliki kulit yang kering dan sensitif, setiap sentuhan dan gesekan terhadap permukaan kulit bisa mengakibatkan iritasi. Oleh karena itu, jangan remehkan pemilihan bahan bed sheets yang Anda gunakan. 

Temukan informasi tentang jenis kain sprei yang aman untuk berbagai jenis kulit, termasuk kulit kering dan berminyak.

1. Katun

katun

Seperti penjelasan sebelumnya, kulit yang rentan terhadap jerawat sebaiknya memilih sprei yang terbuat dari serat alami – katun adalah salah satunya. 

Jenis kain sprei yang satu ini memiliki kualitas yang baik, tahan lama, dan bisa dicuci langsung dengan mesin cuci. Pilihan sprei katun pun juga relatif lebih banyak daripada jenis kain lainnya.

Sprei bahan katun Jepang, misalnya, menjadi salah satu opsi yang populer. Selain karena kehalusan serat dan kekuatannya yang baik, jenis katun yang satu ini cukup awet dan tahan lama. 

Kemampuannya menyerap kelembaban juga membuat tidur malam lebih nyaman. Selain itu, tekstur yang lembut membuat sprei katun Jepang aman untuk kulit kering maupun sensitif.

Selain mempertimbangkan jenis kain, pastikan sprei yang Anda beli hanya menggunakan bahan yang aman untuk kulit. Penggunaan bahan kimia berbahaya, seperti pemutih atau pewarna lainnya selama produksi, berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit.

2. Bamboo

bamboo

Sebagai bahan yang ramah lingkungan, bambu tumbuh dengan cepat. Selain itu, umumnya material ini digunakan untuk membuat barang rumah tangga selain sprei. 

Dalam prosesnya, pembuatan sprei bamboo mengekstraksi selulosa bambu dan menenun serat-serat tersebut menjadi kain rayon bambu.

Jenis sprei dari tanaman bambu ini lebih lembut daripada polyester maupun linen, dan dikenal tahan kerut. Selain itu, kualitasnya yang cukup tahan lama, hipoalergenik, dan memiliki sirkulasi udara yang baik, sehingga aman untuk pengguna yang memiliki masalah kulit.

3. Sutra

kain sutra

Sutra merupakan bahan untuk sprei yang lembut dan terbuat dari serat alami. Oleh karena itu, material ini cocok untuk Anda yang memiliki kulit yang rentan terhadap jerawat. 

Kelebihan lain dari kain yang satu ini adalah kemampuannya untuk tidak menyerap kelembaban, sehingga tidak membuat pori tersumbat. Selain itu, sutra adalah kain yang memiliki kemampuan antibakteri.

Namun, perawatannya relatif lebih rumit daripada jenis kain sprei lainnya. Anda harus mencucinya dengan deterjen yang lembut dan sebaiknya terpisah dari cucian lainnya. 

Selain itu, jika Anda akan mencucinya dengan mesin cuci, masukkan kain sutra ke dalam tas berjala. Hal ini akan memastikan serat sprei sutra Anda tetap tahan lama dan berumur lebih panjang.

4. Microfiber

microfiber

Sprei microfiber terbuat dari serat microfiber yang sangat halus dan lembut. Diameter seratnya jauh lebih kecil dari kain katun, sehingga permukaannya sangat halus dan nyaman. 

Bahan yang satu ini juga meregulasi kelembaban dengan sangat baik. Sprei microfiber aman untuk kulit yang rentan berjerawat dan kulit sensitif karena beberapa alasan.

  • Serat microfiber yang halus mengurangi gesekan dan iritasi pada kulit yang rentan terhadap jerawat, menghindari kemungkinan memperburuk peradangan.
  • Kemampuan menyerap minyak berlebih pada kulit yang cukup baik, membantu mengontrol produksi minyak dan mengurangi risiko tersumbatnya pori-pori.

Selain itu, bahan yang satu ini juga hipoalergenik, artinya mereka kurang mungkin menyebabkan reaksi alergi pada kulit sensitif. Bahannya pun tidak mengandung serbuk atau serat kasar yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif.

5. Tencel

tencel

Sprei Tencel adalah jenis sprei yang terbuat dari serat Tencel, yang merupakan serat alami yang dari selulosa kayu. Serat Tencel memiliki sifat yang sangat halus, lembut, dan menyerap kelembaban dengan baik. 

Teksturnya yang lembut dan nyaman serta kemampuannya meregulasi suhu tubuh dengan baik membuat bahan yang satu ini menjadi pilihan banyak orang. Oleh karena itu, bahan Tencel umumnya dianggap aman untuk kulit sensitif atau berjerawat. 

Selain itu, kain sprei yang satu ini juga memiliki sifat hipoalergenik, sehingga dapat membantu mengurangi kemungkinan reaksi alergi pada kulit yang sensitif.

Selain memilih bahan sprei yang adem, kasur yang nyaman juga sangat penting untuk kualitas tidur yang lebih baik. Apalagi jika menggunakan sprei dari domi yaitu, fitted bedsheet yang bisa membantu meningkatkan kualitas tidur karena kasur domi dibungkus dengan kantong yang terbuat dari bahan yang sama dengan Sprei, dengan logo bordir sebagai kantong pembungkus, jugahan kain aman untuk di pakai berulang dan tidak luntur. Cocok untuk pemakaian sehari hari, untuk kost / hotel dan di rumah.

Oleh karena itu, tingkatkan kesehatan kulit Anda dengan bahan sprei yang tepat dan pilih kasur Domi yang nyaman untuk kehidupan yang lebih produktif. Sprei ini bisa di dapatkan disini

×