Penurunan kualitas tidur memang bisa dirasakan oleh setiap orang. Penyebabnya pun bermacam-macam, bisa saja karena stres atau suasana yang tidak kondusif.

Akan tetapi, berdasarkan jurnal tentang kualitas tidur, 50% lansia mengalami gangguan tidur seiring pertambahan usia. Oleh karena itu, jika Anda atau orang terdekat mengalami hal ini, maka perlu adanya upaya peningkatan kualitas tidur. Artikel ini menjelaskan caranya.

Mengapa Lansia Berpotensi Mengalami Penurunan Kualitas Tidur?

Pada umumnya, penurunan kualitas tidur pada lansia memiliki pertanda berikut; seringnya terbangun di tengah malam, lebih cepat terbangun di pagi hari, serta mudah kelelahan dan kerap tertidur di siang hari. Tapi, faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas tidur pada lansia? Ini beberapa di antaranya;

1. Adanya Masalah Kesehatan

Beberapa masalah kesehatan dapat membuat tidur tidak nyaman atau memaksa seseorang untuk terbangun berkali-kali, dan masalah kesehatan kerap menjadi penyebabnya.

Beberapa masalah yang bisa memicu masalah ini adakalanya adanya peningkatan aktivitas lambung, sakit di persendian atau bagian tubuh, atau masalah neurologis. Selain itu, mengonsumsi obat-obatan yang mengandung alkohol atau kafein juga bisa menyebabkan terjadinya masalah tidur.

2. Adanya Masalah Pernapasan

Tidur membutuhkan alur napas yang teratur. Oleh karena itu, jika Anda mengalami masalah pernapasan, maka bisa saja kualitas tidur jadi terganggu.

Salah satu masalah pernapasan yang umum terjadi adalah mendengkur. Selain itu, apnea (henti napas sementara saat tidur) juga bisa mengganggu proses tidur Anda.

3. Penurunan Aktivitas

Pada umumnya, jam normal tidur lansia tidak berbeda dengan kebanyakan orang lainnya, yakni 7-8 jam. Namun, saat sudah memasuki masa pensiun, biasanya terjadi penurunan aktivitas di siang hari. Akibatnya, Anda jadi tidak merasa lelah di malam hari.

Hal tersebut bisa saja mengganggu jam tidur Anda. Bahkan, jika sudah berlangsung lama, bisa saja jam tidur Anda berubah total dan jadi berbeda dengan kebanyakan orang lainnya.

4. Merasa Stres atau Cemas

Seiring pertambahan usia, bukan hal yang aneh jika terdapat beberapa transisi dalam hidup. Misalnya saja, perubahan kondisi ekonomi, kematian orang terdekat, atau munculnya penyakit. Rasa stres atau cemas yang dirasakan saat transisi berlangsung bisa saja mengganggu kualitas tidur Anda.

Bagaimana Cara Mengukur Kualitas Tidur?

Merasakan gejala di atas dan ingin mengukur kualitas tidur?

Sebenarnya, salah satu cara paling sederhana untuk mengetahui kualitas tidur adalah memastikan Anda merasa segar dan tidak mengantuk sama sekali sepanjang hari.

Namun, jika Anda menginginkan hasil yang lebih terukur, Anda bisa mengunjungi ahli tidur dan melakukan serangkaian tes seperti mengisi sleep diary, kuesioner, hingga menggunakan alat polisomnografi.

Cara Tidur Nyenyak dan Bangun Segar untuk Lansia

Belum ingin mengunjungi ahli tidur? Anda bisa mencoba beberapa trik sederhana untuk meningkatkan kualitas tidur. Begini caranya;

1. Memahami Tubuh Sendiri

Pertama-tama, pahamilah bahwa kualitas tidur dan penuaan memang memiliki hubungan erat. Hal ini karena tubuh Anda lebih sedikit memproduksi hormon pertumbuhan serta melatonin, hormon yang membantu Anda untuk tidur.

Selanjutnya, Anda bisa mengidentifikasi keluhan apa yang Anda rasakan, bagaimana perasaan Anda sepanjang hari, hingga obat apa yang Anda konsumsi. Pemahaman akan diri sendiri akan memudahkan Anda dalam meningkatkan kualitas tidur.

2. Usahakan Terkena Sinar Matahari Pagi

Berdasarkan jurnal, saat Anda terpapar sinar matahari atau cahaya terang di pagi hari, tubuh akan memproduksi melatonin lebih cepat daripada jika Anda tidak terpapar sinar matahari sama sekali. Hal ini akan membantu Anda tidur lebih mudah dan lebih cepat di malam hari.

3. Buat Jadwal Tidur yang Teratur

Jika Anda terbiasa tidur di waktu yang tidak teratur, maka ini saatnya mengubah kebiasaan tersebut.

Tidur di waktu yang sama setiap hari akan membantu tubuh untuk menyesuaikan jam tidur. Selain itu, hasilnya juga bisa jadi lebih baik jika Anda mengurangi konsumsi stimulan seperti alkohol dan kafein, serta menghindari menonton TV atau gadget dengan tampilan layar terang menjelang tidur.

4. Perbanyak Aktivitas di Siang Hari dan Mandi dengan Air Hangat

Untuk memancing tubuh agar merasa lelah di malam hari, akan lebih baik jika Anda meningkatkan aktivitas di siang hari. Selain itu, mandi air hangat menjelang tidur dapat membantu tubuh Anda merasa lebih rileks sehingga memperlancar proses Anda dalam mencapai kualitas tidur yang baik.

5. Menciptakan Suasana Kamar yang Nyaman

Untuk mendapatkan tidur berkualitas, Anda tidak hanya bisa melakukan upaya internal, namun juga eksternal. Contohnya adalah dengan menciptakan suasana kamar yang nyaman.

Salah satu hal terpenting dalam meningkatkan kualitas tidur adalah kasur.  Anda perlu memilih kasur yang berkualitas, empuk, namun juga sejuk, yakni kasur dari Domibed.

Domibed menyediakan kasur dengan berbagai ukuran serta tingkat keempukan yang bisa Anda pilih sesuai keinginan. Dijamin, tidur dengan kasur Domibed akan membuat Anda serasa tidur di atas awan.Meski terdengar sederhana, meningkatkan kualitas tidur bisa berpengaruh positif terhadap kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan kasur dari Domibed dan lakukan upaya-upaya di atas agar tidur semakin nyaman.

Dalam memilih kasur yang nyaman, setiap orang pasti memiliki kriteria yang berbeda-beda. Oleh karena itu, terdapat berbagai jenis kasur yang sebenarnya bisa Anda pilih. Agar Anda bisa membuat pilihan yang tepat, langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengenal jenis-jenis kasur berikut.

6 Jenis Kasur – Kenali Kebutuhan Anda!

Penting untuk mengetahui jenis-jenis kasur sehingga Anda bisa mengetahui tipe kasur yang sekiranya sesuai dengan kebutuhan. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, berikut adalah 6 jenis kasur yang perlu Anda ketahui lengkap dengan penjelasannya!

1. Kasur Springbed

Jenis ini adalah pilihan bagi cukup banyak orang yang membuatnya begitu populer. Kasur jenis ini memiliki tekstur yang lembut, tetapi tidak akan kempes ketika Anda tiduri. Lebih daripada itu, ciri kasur springbed adalah adanya pegas (per) yang terletak di dalam kasur dan terlapisi oleh kantong busa. 

Kenyamanan maksimal bisa Anda rasakan dengan tidur di atas kasur springbed yang tidak menimbulkan suara bising ketika Anda banyak bergerak. Terlebih lagi, springbed juga merupakan jenis kasur yang tahan lama dengan rata-rata waktu pemakaiannya bisa mencapai 10-15 tahun.

Adapun jenis kasur pegas yang biasanya ada di pasaran, meliputi kasur innerspring dan pegas hybrid. Perbedaan antara keduanya terletak pada lapisan busa yang ada pada pegas hybrid, sedangkan innerspring tidak. Oleh karena itu, biasanya kasur hybrid memiliki harga yang cenderung lebih mahal daripada innerspring.

2. Kasur busa

Kasur jenis ini biasanya memiliki harga yang terjangkau. Selain itu, material dasar dari busa membuat kasur ini bisa mengikuti tekanan tubuh dengan baik. Kasur busa atau foam ini juga berlapis kain penutup sehingga membuatnya semakin nyaman untuk Anda gunakan. 

Kenyamanan ekstra datang dengan tidak timbulnya suara yang berisik ketika Anda banyak bergerak. Kasur busa modern pun tidak kalah tahan lama dibanding kasur Springbed, dengan rata-rata garansi 10 tahun.

3. Kasur Kapuk

Kasur kapuk terbuat dari bahan katun yang berisi kapuk, kemudian dijahit dengan rapi. Bahan katun berasal dari pohon kapuk yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Hingga kini, banyak orang menggunakan kasur jenis ini karena harganya yang lebih terjangkau daripada jenis lain.

Keunggulan lain dari kasur kapuk murni adalah daya serapnya yang tinggi, sehingga akan membuat Anda merasa sejuk ketika berbaring. Perawatannya pun sederhana, yaitu cukup dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Selanjutnya, keringkan dengan hati-hati dan ratakan dengan pemukul kasur kayu agar kapuk tetap lembut.

Terlepas dari keunggulannya tersebut, perlu Anda perhatikan bahwa kapas harus secara rutin Anda ganti. Jika tidak, maka kasur katun akan dengan mudah mengempis, menjadi kaku, dan menyebabkan sakit punggung. Bahkan, Anda juga bisa terkena asma atau alergi jika tidak Anda bersihkan secara rutin. 

Jika Anda sensitif terhadap debu, kasur kapuk perlu perhatian ekstra dan pastikan agar selalu dalam keadaan bersih.    

4. Kasur Angin

Tekstur dari kasur angin tidak terlalu empuk dan tidak terlalu keras. Penggunaan kasur angin biasanya untuk bersantai dan bisa Anda bawa ke mana saja dengan meletakkannya di dalam mobil. Anda tak perlu khawatir dengan ukuran kasur karena kasur angin bisa mengembang dan mengempis.

Cara penggunaannya pun cukup mudah, yaitu dengan mengisi angin di dalamnya hingga mengembang. 

5. Kasur Latex

Kasur latex terbuat dari bahan alami yang membuatnya sangat responsive ke tekanan dan bisa menyesuaikan bentuk tubuh. Dengan begitu, jenis kasur ini cocok untuk mereka yang memiliki masalah dengan tulang belakang. Material kasur latex terbuat dari bahan lateks, yakni kumpulan getah pohon karet yang membentuk balok padat. 

Struktur pada kasur lateks pun terbilang baik, yakni sel terbuka yang memudahkan proses pergantian udara pada kasur. Hal itu membuatnya cocok untuk digunakan di negara beriklim tropis, seperti Indonesia. Selain itu, bahan kasur lateks dapat mencegah adanya tungau dan jamur dan tidak terpengaruh oleh gerakan.

Namun, jenis kasur ini cenderung lebih mahal karena proses produksinya yang sangat sulit. Terlebih lagi, kasur lateks memiliki berat yang lebih besar daripada kasur jenis lainnya, sehingga kurang cocok jika Anda lebih menyukai kasur yang ringan.

6. Memory Foam

Harga kasur jenis ini relatif lebih mahal. Meskipun begitu, ungkapan “harga tidak pernah mengkhianati kualitas” berlaku pada kasur memory foam karena kenyamanan yang bisa Anda rasakan ketika berbaring di atasnya. 

Kasur memory foam ini terbuat dari material busa viscoelastic yang bisa menyerap panas serta memiliki tekstur yang lembut. Tidak hanya itu, kasur memory foam ini juga dapat dengan sempurna mengikuti lekuk tubuh sehingga cocok bagi Anda yang sering mengalami sakit punggung. 

Keunggulan lainnya, kasur jenis ini juga dapat menyebarkan berat tubuh dengan merata. Akan tetapi, keras dan lembutnya kasur akan dipengaruhi oleh suhu tubuh di sekitarnya. Jenis-jenis kasur di atas mungkin bisa memberikan Anda gambaran lebih jelas dalam memilih kasur yang sesuai dengan kebutuhan serta kriteria Anda. Apapun pilihan Anda nantinya, Domibed mattress akan jadi produk yang tepat untuk mendapatkan kasur terbaik dan ternyaman. Temukan jenis kasur pilihan Anda di Domibed!

×